
Halo good leader,
Anda tau emak – emak kita suka beli garam dapur, dan Anda tahu bentuk dan fungsinya juga salah satu fungsi garam adalah membuat rasa makanan yang lebih enak bahkan lebih nikmat. Biasanya sih prosesnya dikasih sedikit terlebih dahulu, jika masih berlum terasa maka akan diberikan lagi sesuai takeran yang lebih banyak, sampai terasa lebih enak. Seperti istri saya kalau masak, caranya di sruput dulu sayurnya apakah sudah terasa enak atau belum, kalau masih teralu hambar, maka akan di berikan kembali garamnya, kemudian diaduk aduk kembali, lalu di sruput kembali kuahnya untuk memastikan pas takaran garamnya.
misalnya nih contoh makanan favorit saya adalah makan soto mie kalau nggak ada garam, itu rasanya hambar euyyy… Saya dulu pernah masuk rumah sakit makan bubur ayam nggak pakai garam, wahh Rasanya nggak enak banget, otomatis semangat makannya berkurang. Jadi memang garam sangat berdampak walaupun sedikit tapi dirasakan oleh lidah kita dengan nikmat, lucunya nih kalau kebanyakan garam juga enggak enak juga contohnya nih kita masak telur ceplok kemudian kebanyakan garamnya, rasanya uasin banget dan tambah nggak enak hehehe.
Memang unik sih garam tersebut dikasih Sedikit nih dikasih sedikit Rasanya nikmat tapi dikasih kebanyakan rasanya benar-benar tidak enak itulah keunikan si garam
Pemimpin terkadang kita melakukan fungsinya terlalu berlebihan sehingga terkesan pemimpin tersebut over dalam memimpin Tim nya. Misal terlalu terlibat, Pemimpin selalu memberikan solusi dan melakukan solusi tersebut, timnya merasa tidak berkembang, dan terkesan pemimpin tersebut tidak percaya dengan Tim nya, atau segala keputusan selalu dari Pemimpinya, bukan dari kesepakatan Bersama alias otoriter banget ya seperti contoh diatas kalau kita diberikan garam terlalu banyak Rasanya pun nggak enak banget.
Ada pemimpin yang cuek kepada timnya, jarang berkoordinasi dengan tim, yang penting hasilnya bagus, Sehingga tim nya merasa hambar karena tidak merasakan kempimpinan atasannya dengan baik
Tapi Ada juga pemimpin yang tidak terlalu masuk kedalam sistem nya namun pemimpin tersebut fokus terhadap spirit semangat atau nilai-nilai yang ada dalam organisasi tersebut memimpin hanya berkoordinasi memastikan
Apakah timnya berkarya dengan baik,
Apakah timnya selalu Solid agar timnya dapat bekerjasama dengan baik, pemimpin fokus kepada juga Visi dan tujuan untuk organisasi tersebut, dan fokus kepada semangat bekerja sama semangat saling bahu-membahu sangat membantu jika ada kesulitan diantara timnya.
Dapat dirasakan oleh timnya bahwa pemimpin kami sangat membantu kami baik dari dari sisi inspirasi buat kami. Atau di berikan kami untuk memberikan usulan ide dan solusi selama proses kami bekerja.
Tantangannya adalah kapan kita harus membantu tim kita sebaik mungkin untuk Kapan kita hanya memonitoring tim kita tanpa harus terjun langsung salah satu untuk mengetahui kebutuhan tim kapan timbul.
Salah satu cara nya adalah komunikasi dengan tim kita dengan adanya komunikasi kita dapat mengetahui kebutuhan Tim yang tepat dari tim Anda kita sebagai pemimpin membantu secara efektif dalam membantu tim kita dengan baik.
Jadi ujung-ujungnya kita menjadi garam komunikasi agar tidak terlalu asin agar tidak terlalu hambar dalam tim kita. Kemudian kita sebagai pemimpin minta masukan atau feedback dari tim kita (Seperti kita sruput dulu sayurnya apakah kebutuhan garam tersebut sudah pas atau belum)
Mari kita belajar ngobrol – ngobrol sama Tim kita dengan baik, agar kita bisa membantu sesuai dengan porsi kita dengan baik, tentunya dengan cara suka cita.
Salam semangat berkarya kebaikan untuk hari ini.
Leadership is FUN!
Untuk diskusi lebih lanjut silahkan hubungi ke 0821-1166-8592
#growink #leadershipisfun



