

Halo good Leader,
Jika kita mendengar kata Damai, sepertinya tenang. Namun ternyata untuk melakukan perdamaian bagi saya tidaklah mudah. Seperti contoh jika kita sering membaca informasi – informasi peperangan atau ujaran kebencian, bahkan kejadian – kejadian konflik antar kelompok, bahkan antar agama.
Hal – hal ini membuat kita jadi berpikir bahwa perdamaian sudah tidak ada lagi di Indonesia ini. Namun yang menarik diluar sana tidak ada perdamaian, ternyata di dalam keluarga sendiri juga sering terjadi konflik, entah dengan sesama orang tua, entah dengan anak dan orang tua dan sebagainya.
Jika kita telusuri dengan baik ternyata sumber Kedamaian yang pertama adalah di hati kita masing – masing. Apakah kita selalu memelihara perdamaian di hati kita, atau malah merusak perdamaian di hati kita. Jika kita memelihara ketenangan dan kedamaian di HATI makan dampak bagi orang sekitarnya akan lebih prositif, tetapi jika kita sebaliknya, maka dampaknya akan merusak orang sekitar kita.
Pertanyaanya bagaimana kita sebagai pemimpin mampu memelihara perdamaian di hati kita?
Yang menarik Bukan kah Tuhan merupakan SUMBER UTAMA PERDAMAIAN dalam Hidup? Yang dimana Tuhan selalu mengajarkan kebaikan untuk membangun hubungan – hubungan yang benar dan baik antara manusia dengan sesamanya. Apakah kita selalu belajar kepada Tuhan tentang hal – hal kedamaian dan kebaikan yang Dia ajarkan kepada manusia?
Jika kita belajar perdamaian dari Tuhan, maka perasaan tenang dan damai akan selalu di dalam hati kita.
Apakah bisa terjadi kumat tidak damai kembali? Bisa terjadi jika kita terputusnya koneksi anda dengan Ajaran – ajaran Kebaikan dan Kedamaian dari Tuhan.
Hal ini menurut saya tidak mudah, namun saya dan anda sebagai pemimpin yang baik, sama – sama untuk terus belajar dan mohon bimbingan dari Tuhan yang Maha Esa.
Salam semangat Berkarya Kebaikan untuk hari ini.



