Halo good Leader,

Waktu saya menjadi sales, saya diberikan edukasi motivasi bahwa kunci sukses jagi sales yang hebat adalah mempunyai kepercayaan diri dan keyakinan diri yang tinggi, karena di setiap kelas pelajaran sales, selalu diberikan contoh orang – orang hebat yang dimana mereka berhasil di dalam penjualannya, dan mereka bilang bahwa di butuhkan kepercayaan diri dan keyakinan diri untuk mengejar impian mereka.

Karena melihat contoh – contoh yang ada, sehingga membuat inspirasi bahwa saya harus percaya dan yakin akan diri sendiri bahwa saya akan sukses. Dalam proses perjalanan memang benar ada nya bahwa yang saya kejar, dengan modal kepercayaan dan keyakinan diri yang luar biasa sangatlah terasa perubahan – perubahn dengan hasil yang lebih baik.

Namun yang menarik pada saat ada perubahan – perubahan yang lebih baik, hati saya merasa gundah gulana, di hati saya ada pertanyaan – pertanyaan “Kok ada yang nggak beres nih”.

Pergumulan hati yg gundah gulana itu saya indahkan alias saya cuekin deh. Dan saya tetap focus bekerja keras dan bekerja lebih giat agi, karena orang – orang sukses harus bekerja lebih keras dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri kita.

Karena saya terlalu focus dengan pekerjaan dan tidak merspon hati yang gundah gulana saya, maka timbul lah yang Namanya stress, karena apa? Karena ada beberapa target yang tidak  tercapai walaupun saya sudah bekerja keras dan percaya diri. Yang menarik dampak stress karena target tidak tercapai, yaitu berdampak kepada keluarga saya, yang artinya bahwa saya tidak peka kepada keluarga saya, terjadi marah – marah yang tidak jelas kepada anak dan istri saya. Yang pada akhirnya membuat luka di hati anak dan istri saya.

Hal tersebut bertanya – tanya kepada diri saya sendiri, kenapa hal ini bisa terjadi? Bukannya kita bekerja keras itu untuk menyenangkan hati anak dan istri, tetapi kenapa malah sebaliknya?

Ada yang aneh bagi kehidupan diri saya sendiri.

Setelah berproses ada kekurangan atau kesalahan yang terjadi pada diri sendiri.

Yaitu bahwa Kepercayaan dan keyakinan kepada diri sendiri memang bagus, namun Jika berhasil maka kita akan bersikap sombong karena merasa saya berhasil dengan usaha saya sendiri.

Jika terjadi kegagalan yang di capai maka dampaknya akan stres sendiri dan berdampak kepada orang lain, terutama kepada orang terdekat kita.

Namun jika kita percaya dan keyakinan diri atas bantuan dari TUHAN, segala kerja keras yang kita lakukan, bila terjadi keberhasilan maka kita tetap rendah Hati dan semua keberhasilan ini berkat dari BANTUAN dan KEMURAHAN dari TUHAN.

Pada saat terjadi kegagalan yang kita lakukan, kita selalu percaya dan yakin bahwa TUHAN selalu membantu kita dalam selama dalam proses yang baik dan benar. Dan segala tantangan – tantangan yang ada kita serahkan kepada TUHAN untuk membereskanNYA.

Dampak positif dari hal tersebut, Hati kita masih tetap peka dan terbuka kepada orang  lain, entah dalam perhatian atau dalam bantuan apapun untuk orang lain, bagi orang terdekat disekitar kita atau kepada orang lain.

Mengapa demikian? Karena kita tidak merasa cemas dan khawatir akan masalah pekerjaan – pekerjaan yang kita hadapi, karena punya bala bantuan untuk kita yaitu sang Pencipta. Sehingga hati kita lebih tenang dan lebih produktif yang lebih baik.

Mari kita Bersama – sama belajar untuk bergantung kepada Tuhan, dengan penuh kepercayaan dan keyakinan diri, bahwa Tuhan selalu menemani dan menolong Kita, dengan cara Tuhan sendiri.

Yohanes Agung R

Founder Growink.id

Untuk diskusi lebih lanjut silahkan hubungi ke  0821-1166-8592

#growink #leadership #leadershipdevelopment #mentalattitude #attitude #positifattitude


Loading Conversation