
Halo good Leader,
Ketika saya masih sekolah SMA, saya aktif di organisasi orang muda yang dimana organisasi tersebut sangatlah dinamis. Karena kebetulan pengurus - pengurus organisasi termasuk kategori cerdas dan pintar berkomunikasi. Yang menarik setiap di adakan meeting, selalu terjadi perdebatan yang hebat yang bertujuan mempertahankan pendapatnya masing – masing. Karena saya masih baru untuk bergabung saya hanya sebagai pengamat dan mempelajari kebiasaan – kebiasaan apa saja yang di lakukan pengurus tersebut. Dan kebiasaan salah satunya adalah berdebat untuk mempertahankan pendapat.
Kebetulan Ayah saya adalah salah satu pendamping Organisasi orang muda tersebut. Yang menarik setiap orang muda memberikan pendapat apapun, ayah saya hanya merespon itu bagus usulannya, silahkan dilaksanakan dengan baik. Saya pribadi cukup heran, kenapa ayah saya gampang meng iyakan tanpa ada perdebatan yang sengit, seperti teman – teman saya.
Suatu ketika saya sedang ngobrol ngobrol dengan salah satu pengurus Organisasi tersebut, dan dia bilang bahwa Ayah saya itu orang nya lemah dan mudah mengalah, karena tidak ada perdebatan sama sekali. Dari perkataan itu saya merasa sakit hati dan marah, mengapa dia mengatakan demikian. Dan memang benar fakta nya ayah saya tidak pernah berdebat dengan mereka. Setelah perbincangan tersebut, saya pulang dan penasaran mengapa ayah saya itu lemah dan mudah mengalah.
Seketika saya bertanya langung kepada ayah saya, Mengapa dia itu begitu lemah dan mudah mengalah?
Jawab beliau “ Saya bersikap mengalah kepada orang lain pada saat menerima ide – ide apapun dari orang lain yang penting baik ada nya, Namun saya akan marah jika orang lain menyimpang dari prinsip – prinsip hidup, seperti contoh menyakiti orang lain atau melecehkan orang lain”
Disitu saya baru sadar bahwa ada waktunya kita lemah lembut kepada orang lain di saat menerima segala ide – ide atau masukan – masukan dari orang lain, bahkan kita tetap konsisten lemah lembut pada saat kita di sakiti oleh orang lain. Namun menurut saya tidak mudah.
Dan ada waktunya kita tegas dan marah pada saat ada orang lain yang menyakiti orang lain, tidak menghargai orang lain dan hal – hal negatif yang dilakukan oleh orang lain.
Marilah kita Bersama – sama belajar untuk mampu mengendalikan diri, kapan kita harus marah pada situasi dan kondisi yang tepat, dan kapan kita lemah lembut pada situasi dan kondisi yang tepat pula. Dan hal tersbut tidaklah mudah, namun bisa diusahakan dengan baik.
Salam semangat berkarya kebaikan untuk hari ini.
Yohanes Agung R
Founder Growink.id
Untuk diskusi lebih lanjut silahkan hubungi ke 0821-1166-8592
#growink #leadership #leadershipdevelopment #mentalattitude #attitude #positifattitude






