
Halo good Leaders,
Ada seorang direktur yang memimpin perusahaan yang cukup besar, karena perusahaan tersebut mempunyai 50 cabang di seluruh Indonesia. Direktur ini selalu meeting dengan Owner atau si pemilik bisnis setiap bulan untuk membahas perkembangan perusahaan tersebut dan tentunya membahas juga strategi – strategi untuk ke depannya.
Direktur ini tipe yang bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi kepada perusahaan tersbut. Dan dia juga sangat peduli dengan perkembangan karyawan – karyawannya.
Dan karyawan – karyawan nya pun sangat senang kepada direktur tersebut, sehingga mereka selalu produktif dan mencapai target – terget yang telah di tentukan di perusahaan tersebut.
Namun yang menarik ada satu cabang baru di buat, sering terjadi masalah – masalah. Salah satu masalah yang sering terjadi adanya konlik di setiap karyawan, sehingga pekerjaan mereka terganggu dan membuat para pelanggan nya menjadi banyak meninggalan perusahaan tersebut, sehingga otomatis omset bisnis cabang tersebut juga terganggu. Yang menarik pada omset tersebt menurun justru mereka saling menyalahkan dan membuat konflik - konflik yang baru.
Karena cabang tersebut sering bermasalah maka informasi tersebut sampai ke pada Owner atau pemilik perusahaan tersebut. Tanpa tunggu lama – lama, pemilik perusahaan tersebut memanggil direkturnya untuk menanyakan permasalahan – permasalahan yang terjadi. Direktur tersebut menjelaskan permasalahan – permasalahan yang ada di cabang tersebut, namun si pemilik binis kurang percaya atas informasi yang diberikan dari direkturnya.
Sehingga si pemilik binis memberi keputusan bahwa direktur itu ditugaskan untuk tinggal di cabang yang bermasalah tersebut selama satu tahun. Kaget lah sang direktur tersebut, karena penugasan ini cukup berat baginya, dan merupakan hal yang baru tentang penugasan tersebut. Apa lagi dengan jabatan seorang direktur, dia khawatir apakah karyawan – karyawan menilai bahwa direktur tersebut di mutasi karena kualitas perkerjaannya kurang baik.
Direktur tersebut berpikir dan bertanya apakah benar penugasan ini di tujukan bagi saya?
Pertanyaan yang kedua, Jika saya di tugaskan di sana, brarti gengsi saya berkurang karena saya bekerja di kantor cabang, dan tidak lagi kerja di kantor pusat? Pertanyaan ketiga bagaimana penilaian karyawan saya jika di tugaskan di cabang?
Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati direktur tersebut, akhirnya dia mensetujui tugas yang baru di perintahkan dari si Pemilik Bisnis tersebut.
Itulah keadaan hidup yang terjadi, kadang kita biasa di zona nyaman, begitu di berikan tugas yang baru kita merasa kaget, takut dan khawatir dengan pikiran kita sendiri. Kita merasa gengsi di tugaskan yang dimana menurut kita kurang layak dengan kompetensi kita. Padahal tugas tersebut bagian dari pengembangan diri kita untuk bertumbuh yang lebih baik lagi.
Bagaimana kita dapat menjalan kan tugas dengan baik? Bagi saya di butuhkan KERENDAHAN HATI untuk menerima dan tetap Fokus pada karya – karya kebaikan dengan segala kemampuan dan kompetensi yang ada.
Mari kita Bersama – sama untuk belajar keluar dari zona nyaman dan menumbuhkan Kerendahan Hati bagi kita sendiri.
Salam semangat berkarya kebaikan untuk hari ini.
Yohanes Agung R
Founder growink
Untuk diskusi lebih lanjut silahkan hubungi ke 0821-1166-8592
#growink #leadership #leadershipdevelopment #mentalattitude #attitude #positifattitude



